KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang akhir 2024, Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru mengumumkan hasil verifikasi faktual mengenai jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS).
Hasil verifikasi ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan data yang tercatat sebelumnya di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sebelum verifikasi dilakukan, jumlah ATS yang terdaftar di Dapodik sebanyak 2.450 anak, terdiri dari 1.418 anak Belum Pernah Bersekolah (BPB), 575 anak Drop Out (DO), dan 457 anak Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).
Setelah dilakukan verifikasi, jumlah ATS di Banjarbaru tercatat menjadi 1.341 anak, dengan selisih sebanyak 1.109 anak. Rinciannya, 376 anak BPB, 537 anak DO, dan 428 anak LTM.
Kadisdik Banjarbaru, Dedy Sutoyo, menjelaskan, “Verifikasi ini kami lakukan selama sekitar 90 hari, dan data tersebut telah kami olah untuk pembaruan.”
Dedy juga menjelaskan bahwa penyebab keberadaan ATS di Banjarbaru beragam, berdasarkan hasil pendataan verifikasi faktual. Beberapa faktor penyebabnya antara lain ketidakmauan anak untuk bersekolah, keterbatasan biaya dari orangtua atau wali, masalah kesehatan, hingga pilihan anak untuk bekerja.
Menghadapi berbagai faktor tersebut, Dedy menekankan perlunya penanganan ATS yang melibatkan sejumlah SKPD dari berbagai sektor. “Beberapa SKPD terus berkoordinasi, agar pada awal 2025 sudah ada rencana tindak lanjut terkait ATS ini,” ujarnya. (Anang Fadhilah/Yo)


