KITAINDONESIASATU.COM-Dua agenda adat budaya khas Kabupaten Lebak, Seren Taun Kasepuhan Cisungsang dan Seba Baduy, kembali terpilih masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Terpilihnya dua tradisi tersebut menjadi bukti bahwa kekayaan budaya lokal Lebak terus mendapat pengakuan di tingkat nasional, sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia yang beragam dan berakar kuat pada nilai-nilai leluhur.
Seren Taun Cisungsang merupakan upacara adat panen raya masyarakat Kasepuhan Cisungsang di Desa Cisungsang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi, khususnya padi, yang telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari 670 tahun.
Sementara itu, Seba Baduy adalah tradisi tahunan berupa prosesi jalan kaki dan silaturahmi besar-besaran yang dilakukan oleh masyarakat Urang Kanekes atau Suku Baduy kepada pemerintah daerah, yakni Gubernur Banten dan Bupati Lebak.
Secara harfiah, Seba bermakna persembahan atau kunjungan resmi sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin. Tradisi ini menjadi simbol kuat hubungan harmonis antara masyarakat adat Baduy dengan pemerintah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak, Yosep Muhamad Holis, menyampaikan rasa bangga atas kembali terpilihnya Seren Taun Cisungsang dan Seba Baduy dalam KEN 2026.
“Ini merupakan pengakuan nasional terhadap konsistensi masyarakat adat Lebak dalam menjaga tradisi dan budaya leluhur. Kami sangat sangat bangga,” kata Yosep Muhamad Holis, kemarin.
Masih kata Yosep, masuknya dua tradisi tersebut ke dalam KEN 2026 menjadi peluang besar untuk mempromosikan pariwisata budaya Kabupaten Lebak ke tingkat nasional hingga internasional. “Event ini bukan hanya soal pertunjukan budaya, tetapi juga penguatan identitas dan penggerak ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.
Yosep menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pengelolaan event adat agar tetap menjaga nilai-nilai keasliannya. “Kami ingin budaya tetap lestari, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kementerian Pariwisata RI secara resmi meluncurkan KEN 2026 dengan total 125 event unggulan dari 38 provinsi di Indonesia. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan 110 event. (*)

