KITAINDONESIASATU.COM – Baloy Adat Rumah Tidung, atau sering disebut Rumah Baloy, terletak di Kecamatan Tarakan Barat dan menjadi salah satu warisan budaya penting di Tarakan.
Bangunan ini menarik perhatian wisatawan sebagai spot berfoto sekaligus tempat mengenal sejarah dan arsitektur khas Tidung.
Suasana pedesaan langsung terasa berkat desain tradisional yang berpadu dengan sentuhan modern pada beberapa bagian.
Rumah ini memiliki halaman luas dengan beragam tanaman, berada di area terbuka dekat hutan kecil, dan dilengkapi fasilitas umum seperti toilet dan tempat makan.
Sebelum masuk, pengunjung disarankan menikmati pemandangan halaman depan, berfoto, serta mencari pemandu lokal untuk mendapatkan informasi lengkap.
Bangunan ini terbuat dari kayu ulin, menghadap utara, namun pintu utama berada di sisi selatan.
Rumah Baloy terdiri dari empat ruangan: Alad Kaid sebagai tempat menerima tamu dan rapat, Lamin Bantong untuk sidang para pemimpin, Ulad Kemagot sebagai ruang istirahat, dan Lamin Dalom yang menjadi tempat singgasana pemimpin.
Wisatawan dapat menjelajahi semuanya dengan menjaga ketertiban dan kebersihan.
Bagian belakang rumah menyimpan bangunan unik di atas kolam yang digunakan untuk pementasan kesenian tradisional, terutama Tari Jepen.
Waktu kunjungan yang tepat memungkinkan wisatawan menyaksikan pertunjukan ini secara langsung.
Di sekitar lokasi, terdapat destinasi menarik seperti Museum Datu Adil dan Taman Pohon Unik.
Untuk mencapai Baloy Adat, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor (sekitar 1 hari 11 jam).
Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan Kayan untuk menyeberang ke Pelabuhan Tengkayu di Pulau Tarakan, memakan waktu sekitar 5 jam tergantung cuaca.
Selanjutnya, cukup menempuh jarak 8,5 km atau sekitar 21 menit perjalanan melalui Jalan Yos Sudarso untuk tiba di Baloy Adat Rumah Tidung.-***



