Fenomena “Sesal di Bali” lebih menjadi pengingat bahwa pengelolaan pariwisata berkelanjutan sangat penting agar kenyamanan wisatawan dan kualitas lingkungan tetap terjaga.
Dengan perencanaan yang tepat, memilih waktu kunjungan yang tidak terlalu ramai, serta menjelajahi destinasi alternatif, wisatawan masih dapat menikmati pengalaman liburan yang menyenangkan di Pulau Dewata.(*)



