WisataKulinerNewsSejarahViral

Ngadem di Kaki Gunung Guntur: Pesona Situ Bagendit yang Kembali Memikat Warga Garut

×

Ngadem di Kaki Gunung Guntur: Pesona Situ Bagendit yang Kembali Memikat Warga Garut

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2025 11 11 at 03.05.03
Foto ini diambil dari Wikipedia

KITAINDONESIASATU.COM – Ketika matahari terasa terik dan jalanan kota mulai padat, warga Garut punya satu tempat andalan untuk menenangkan diri: Situ Bagendit, danau legendaris yang kini tampil lebih segar setelah direvitalisasi oleh pemerintah daerah.


Situ Bagendit adalah destinasi wisata alam berupa danau luas yang dikelilingi perbukitan hijau dan pepohonan rindang. Udara sejuk dan angin lembut dari permukaan air menjadikannya tempat favorit warga Garut untuk sekadar duduk santai, piknik, atau berkeliling dengan rakit bambu tradisional.


Tempat ini dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dengan dukungan masyarakat sekitar yang menyediakan layanan wisata seperti rakit, kuliner lokal, dan spot foto alami.


Lokasinya berada di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar 4 kilometer dari pusat kota Garut. Akses menuju lokasi cukup mudah karena bisa dijangkau kendaraan pribadi maupun transportasi umum.


Situ Bagendit buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Pagi hari menjadi waktu terbaik berkunjung karena suasananya masih sepi dan kabut tipis sering turun di atas danau, menciptakan nuansa tenang yang menenangkan.


Selain udara sejuk dan pemandangan indah, tempat ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat. Masyarakat percaya Situ Bagendit berkaitan dengan legenda Nyi Endit, yang menjadi simbol keserakahan dan keadilan dalam cerita rakyat Sunda. Kini, wisatawan datang bukan hanya untuk berwisata, tapi juga mengenang kisah dan nilai moral yang melekat pada tempat ini.


Untuk masuk ke kawasan wisata, pengunjung hanya perlu membayar tiket sebesar Rp10.000 per orang. Di dalam area, tersedia jalur jogging, taman tematik, perahu angsa, serta area kuliner yang menyajikan makanan khas Garut seperti dodol, burayot, dan nasi liwet. Pengunjung juga bisa menyewa rakit bambu untuk mengelilingi danau sambil menikmati hembusan angin lembut yang membawa aroma segar air dan dedaunan.

Kini, Situ Bagendit tak hanya menjadi tempat wisata alam, tetapi juga ruang publik tempat warga melepas penat. “Kalau ke sini pagi-pagi, rasanya seperti bukan di kota,” ujar Nita, salah satu pengunjung asal Tarogong, sambil menikmati secangkir kopi di pinggir danau.

Dengan kombinasi udara segar, pemandangan alami, dan cerita rakyat yang hidup di tengah masyarakat, Situ Bagendit benar-benar menjadi destinasi ideal untuk “ngadem” di jantung Garut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *