KITAINDONESIASATU.COM- Menghadapi lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengelola Kebun Raya Bogor menyiapkan berbagai langkah antisipasi demi memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengunjung. Persiapan dilakukan sejak 24 Desember hingga 1 Januari 2026 dengan beragam program dan penguatan fasilitas pendukung.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan Kebun Raya Bogor telah menyiapkan sejumlah kegiatan menarik untuk memeriahkan momen libur akhir tahun. Mulai dari bazar, kelas edukasi, hingga pertunjukan seni budaya disuguhkan bagi pengunjung dari berbagai kalangan.
“Kebun Raya Bogor telah mempersiapkan antisipasi lonjakan pengunjung mulai dari tanggal 24 Desember sampai dengan 1 Januari 2026. Beragam program menarik kami persiapkan mulai dari bazar, kelas edukasi, pertunjukan seni budaya dan kegiatan lainnya,” ujar Zaenal sapaan akrabnya, kepada kitaindonesiasatu.com, Sabtu 3 Januari 2026.
Tak hanya itu, pengelola juga melakukan penambahan fasilitas serta pengaturan akses masuk kawasan. Langkah ini dilakukan agar pengunjung dapat menikmati kawasan kebun raya dengan aman dan nyaman selama masa libur Nataru.
“Tak hanya itu, kami juga mempersiapkan dengan baik akses masuk untuk pengunjung, tujuannya agar pengunjung yang datang ke Kebun Raya Bogor dapat menikmati kebun raya dengan nyaman dan aman,” katanya.
Terkait pembatasan jumlah pengunjung, Zaenal menjelaskan Kebun Raya Bogor dengan luas 87 hektare memiliki kapasitas maksimal hingga 30 ribu pengunjung dalam satu waktu. Saat ini, rata-rata jumlah pengunjung masih berada di bawah angka 10 ribu orang per hari sehingga belum diperlukan pembatasan khusus.
“Jadi secara jumlah masih sangat memungkinkan untuk tidak kami batasi pengunjung yang masuk,” jelasnya.
Dari sisi keamanan dan keselamatan, pengelola melakukan penebalan personel serta patroli rutin di seluruh kawasan. Imbauan juga terus disampaikan kepada pengunjung, khususnya terkait potensi cuaca ekstrem.
“Keamanan keselamatan dan kenyamanan pengunjung sangat kami prioritaskan, untuk itu kami akan selalu menjaga kenyamanan pengunjung dengan melakukan patroli. Kami juga terus menghimbau pengunjung agar jangan berteduh di bawah pohon besar apabila hujan turun sangat deras,” ungkap Zaenal.
Untuk mendukung kesiapsiagaan, Kebun Raya Bogor menyediakan lebih dari 10 pos keamanan serta ruang kesehatan dengan tenaga medis yang selalu siaga. Pengelola juga bekerja sama dengan Rumah Sakit PMI dan Siloam untuk penanganan medis lanjutan apabila terjadi kondisi darurat.
“Apabila terjadi luka berat dan perlu ke rumah sakit untuk penanganannya, kami sudah bekerja sama dengan rumah sakit PMI dan Siloan,” ujarnya.
Pengaturan lalu lintas dan parkir turut menjadi perhatian utama. Pihak pengelola berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi kemacetan serta mengurai antrean di pintu masuk kawasan.
Sementara itu, harga tiket masuk tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2021, yakni Rp25.000 pada hari Minggu dan tanggal merah, serta Rp15.000 pada hari Senin hingga Jumat. Setiap tiket juga dikenakan tambahan asuransi sebesar Rp500 untuk antisipasi keamanan dan kesehatan pengunjung.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, pengelola telah menyiapkan prosedur evakuasi. Tim patroli akan dikerahkan untuk membantu pengunjung yang berada di area jauh dari tempat berteduh agar dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Sebagai penutup, Zaenal mengimbau wisatawan agar tetap menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama berkunjung.
“Kebun Raya Bogor sebagai kawasan pusat riset dan konservasi alam tumbuhan selalu mengajak pengunjung untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak melakukan vandalisme terhadap tumbuhan koleksi yang ada di Kebun Raya Bogor,” pungkasnya. (Nicko)


