7. Botanical Garden

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim sejak 2016 telah mencanangkan Program Tanjung Enim Kota Wisata. Tujuannya agar Tanjung Enim yang merupakan kawasan tambang batu bara dapat menjadi destinasi wisata dan mandiri di masa mendatang.
PTBA membangun berbagai sarana dan infrastruktur untuk mewujudkan cita-cita tersebut, salah satunya yakni Botanical Garden atau Taman Koleksi di lahan pasca tambang seluas 17 hektare (ha). Taman ini diharapkan dapat menjadi salah satu destinasi wisata di Tanjung Enim.
Dilansir dari ptba.co.id, Botanical Garden saat ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kantor pengelola, bangunan edukasi, patung edukasi, cottage, area berkemah (camping ground), foodcourt, musala, toilet, parkir pengunjung, dan fasilitas lainnya.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur jalan, area pejalan kaki (pedestrian), sistem drainase, dan replika Kapal Sriwijaya yang akan menjadi ikon taman ini masih terus berlangsung.
Botanical Garden juga dirancang dengan konsep bioregion yang mewakili beberapa pulau di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa Bali, Sunda Kecil, dan wilayah reklamasi. Setiap bioregion akan ditanami berbagai tanaman endemik khas dari masing-masing pulau, termasuk tanaman buah.
Selain itu, Botanical Garden akan dilengkapi dengan berbagai wahana permainan untuk menarik para wisatawan berkunjung.
8. Museum Batu Bara

Museum Batu Bara memiliki beragam koleksi dan fasilitas yang bisa menjadi wisata edukasi bagi masyarakat. Di dalamnya ada jenis-jenis batu bara, ruang kereta bawah tanah, alat-alat tambang yang digunakan pada masa lalu, ruang theater audio visual hingga sejarah pimpinan Bukit Asam dari masa ke masa.
Museum ini memberikan informasi-informasi pertambangan yang dikelola oleh PTBA dan dilengkapi dengan fasilitas teknologi digitalisasi. Terdapat informasi pra sejarah geologi mengenai tata surya, dan pembentukan lapisan-lapisan bumi, untuk detail nya bisa dilihat dalam panel digitalisasi sejarah bumi. Ada juga pengetahuan dasar batubara yang sering kita jumpai dalam dunia pertambangan khususnya di Tanjung Enim, mulai dari jenis batubara terendah (peringkat rendah) sampai ke batubara yang paling tinggi (peringkat tinggi).
Selanjutnya ada informasi pemanfaatan batu bara. Kita tahu bahwa pemanfaatan batu bara saat ini sebagai pembangkit listrik, peleburan baja, pembuatan briket, pupuk urea untuk pertanian dan gasifikasi (dme) yang sedang digarap oleh PT Bayang ke semua jenis batu bara terdapat di Tanjung Enim.
Terdapat juga informasi persebaran batu bara dunia, mulai dari Amerika, Australia, Eropa, China, India sampai ke Rusia. Demikian juga sebaran batu bara di Indonesia, mulai dari Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Selain itu, terdapat wahana kereta yang akan membawa pengunjung serasa di dalam tambang bawah tanah. Terowongan yang dilalui kereta dilengkapi dengan diorama untuk menggambarkan suasana pertambangan batu bara.
Di kompleks seluas 4,5 hektar ini juga dibangun beberapa venue destinasi wisata yang ditujukan bukan hanya untuk masyarakat lokal sekitar Tanjung Enim. Venue-venue tersebut antara lain Goa Coal Park, Kolam Wisata, Gedung Seni, Gedung Pusat Kuliner, Plaza Air Mancur, dan beberapa miniatur ciri khas daerah Sumsel seperti Miniatur Benteng Kuto Besak, Pagoda Pulo Kemaro, Masjid Agung Palembang, Monpera, dan sebagainya. Kawasan ini telah didesain untuk mampu menampung wisatawan sekitar 200-300 orang per hari.






