Benda-benda yang tenggelam itu berupa guci, piring, dan gerabah yang diduga berasal dari Dinasti Ming—kekaisaran Tiongkok yang berkuasa sejak abad ke-13 hingga ke-16.
Menurut Suparto, kedalaman penyelaman di Tahula Point berada di rentang 12–20 meter. Selain nilai sejarahnya, kawasan ini juga terkenal dengan terumbu karangnya yang masih asli dan terjaga.
“Ekosistem karangnya masih sangat bagus. Perairan Tidore itu memang masih alami, termasuk di Tahula,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan penyelam asal Spanyol, Juan Carlos Rey Salgado, seorang peneliti kelautan. “Pemandangannya luar biasa. Banyak ikan berwarna biru sampai kuning yang saya lihat selama menyelam,” katanya.
Sebagai pemandu lokal, Suparto berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih untuk pengembangan wisata selam ini.


