SejarahWisata

Tak Sekadar Dilindungi, Batutulis Disiapkan Jadi IP Budaya Bogor

×

Tak Sekadar Dilindungi, Batutulis Disiapkan Jadi IP Budaya Bogor

Sebarkan artikel ini
IMG 20251231 WA0048
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, dan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman saat peresmian Cungkup Prasasti Batutulis yang telah direvitalisasi di kawasan Batutulis, Kota Bogor. (Kis/ist)

KITAINDONESIASATU.COM- Upaya pelestarian warisan sejarah Nusantara kembali ditegaskan pemerintah di penghujung tahun 2025. Prasasti Batutulis, peninggalan penting Kerajaan Pajajaran yang menjadi simbol kejayaan Sunda, kini mendapatkan perlindungan dan penataan lebih layak melalui revitalisasi Cungkup Prasasti Batutulis. Revitalisasi tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, pada Rabu 31 Desember 2025, di kawasan Batutulis, Kota Bogor.

Peresmian ini menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah dalam menjaga situs bersejarah agar tetap lestari sekaligus dapat dikembangkan sebagai ruang edukasi, kebudayaan, dan penggerak ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon didampingi oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa revitalisasi Cungkup Prasasti Batutulis berawal dari pertemuannya dengan Dedie A. Rachim saat meninjau kawasan Batutulis beberapa waktu lalu. Revitalisasi ini, kata dia, merupakan wujud komitmen kuat pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional.

“Hari ini kita resmikan revitalisasi cungkup dari prasasti yang sangat masyhur, yaitu Prasasti Batutulis. Prasasti ini merupakan penanda kejayaan Kerajaan Pajajaran dan menjadi ikon penting bagi Kota Bogor serta Jawa Barat,” ucap Menbud.

Ia menjelaskan, kawasan Prasasti Batutulis yang sebelumnya terhalang tembok dan terpisah dengan Bumi Ageung—kawasan yang akan dikembangkan menjadi Museum Pajajaran—kini telah terintegrasi dalam satu kawasan budaya yang utuh.

Ke depan, lanjut Fadli Zon, Museum Pajajaran akan menjadi ruang penyimpanan artefak sekaligus pusat narasi sejarah tentang Pajajaran dan Sunda. Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi dengan amphitheater yang akan difungsikan sebagai pusat kegiatan seni, seminar, dan workshop, khususnya bagi generasi muda.

“Selain itu, direncanakan pula pembangunan amphitheater sebagai pusat kegiatan seni, seminar, dan workshop bagi generasi muda,” ujarnya.

Fadli Zon menambahkan, revitalisasi ini juga menjadi langkah awal dalam aspek perlindungan dan pengamanan fisik prasasti. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah pelapukan dan kerusakan akibat kontak langsung, seperti dipegang atau disiram minyak oleh pengunjung, sehingga Kementerian Kebudayaan memberikan pelindung kaca pada prasasti.

“Jadi walaupun dilindungi, prasasti tetap terlihat jelas, namun kelestariannya tetap terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, memberikan dukungan penuh terhadap langkah pelestarian budaya tersebut.

“Kami bahkan sudah menurunkan tim untuk bersama-sama membuat perencanaan Museum Pajajaran. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang kami siapkan kurang lebih sebesar Rp16 miliar. Kami akan membackup penuh dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kota Bogor,” tuturnya.

Ia menegaskan, pelestarian budaya merupakan urusan yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab terhadap generasi penerus agar tetap mengenal dan memahami sejarah bangsanya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terhadap pelestarian Prasasti Batutulis dan kawasan sekitarnya.

Ke depan, Dedie Rachim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus memperkuat sinergi dalam pengembangan kawasan Batutulis.

“Dan yang paling penting adalah bagaimana kawasan ini bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan melalui kesempatan berusaha, seperti penyediaan suvenir, merchandise, hingga kafe kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Museum Pajajaran. Hal ini harus kita kembangkan menjadi sebuah Intellectual Property (IP) yang kuat,” ucapnya.

Usai melakukan peresmian, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Sekda Jawa Barat Herman Suryatman untuk mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang berada di kawasan Batutulis. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *