Sejarah

Pulau Penjara Legendaris: Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Menggali Sejarah ‘Sekolah’ Narapidana Kelas Berat

×

Pulau Penjara Legendaris: Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Menggali Sejarah ‘Sekolah’ Narapidana Kelas Berat

Sebarkan artikel ini
nusakambangan
nusakambangan, penjara napi kelas berat untuk pelaku teroris, pembunuh sadis dan gembong narkoba. (foto:dirjen pas)

KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Nusakambangan kembali menjadi sorotan publik setelah aktor ternama, Ammar Zoni, resmi dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security Karang Anyar di pulau tersebut pada Kamis (16/10/2025).

Pemindahan ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sebagai respons atas keterlibatannya dalam kasus peredaran narkotika di dalam Rutan Salemba, menjadikannya narapidana ‘risiko tinggi’ (high risk).

Ammar Zoni, yang telah berulang kali tersandung kasus narkoba, akan menjalani pembinaan ketat di pulau yang dikenal sebagai “Pulau Penjara” Indonesia. Lapas Super Maximum Security didesain untuk menempatkan narapidana dengan tingkat pengamanan tertinggi guna memutus mata rantai komunikasi dan kegiatan ilegal.

Ditjenpas menegaskan pemindahan ini adalah bukti keseriusan untuk melindungi rutan dari peredaran narkoba.

Jejak Kelam Sejak Era Kolonial

Nusakambangan bukanlah sekadar penjara biasa, melainkan ikon pemasyarakatan Indonesia dengan sejarah yang berakar pada masa kolonial Belanda. Penggunaan pulau ini sebagai tempat pembuangan narapidana dimulai sejak 1861, ketika tenaga napi dimanfaatkan untuk membangun Benteng Karangbolong.

Pemerintah Hindia Belanda kemudian secara resmi menetapkan Nusakambangan sebagai pulau penjara pada tahun 1908, diikuti dengan pembangunan sejumlah kompleks lapas seperti Bui Batu (1925) dan Bui Besi (1929).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *