KITAINDONESIASATU.COM – Kalau membicarakan wisata di Jakarta, pasti nama Dufan (Dunia Fantasi) langsung terlintas di pikiran. Taman hiburan legendaris ini bukan cuma populer di kalangan warga ibu kota, tapi juga selalu jadi magnet wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Tapi tahukah kamu? Di balik keseruan wahana dan atraksinya, Dufan punya sejarah panjang yang luar biasa menarik.
Dikutip dari situs resmi ancol.com, Dufan pertama kali dibuka pada 29 Agustus 1985. Sejak itu, bukan hanya jadi pusat hiburan, melainkan juga kawasan edutainment fisika terbesar di Indonesia. Kesuksesan ini ternyata berawal dari ide gila yang muncul lima tahun sebelumnya.
Awalnya, Taman Impian Jaya Ancol berada di bawah kepemimpinan Handogo Soekarno. Ia memberi mandat kepada Benny Benhardi untuk membuat ilustrasi rancangan megah Dufan dengan konsep Birds Eye View. Proyek ini digarap di Balai Samudra bersama Sutisna, arsitek senior Budi Priambodo, serta tim juru gambar. Dari sinilah, impian “dunia fantasi” mulai terbentuk.
Uniknya, maskot Dufan bukan asal pilih. Karakter kera bekantan dipilih karena dulunya kawasan Ancol merupakan habitat kera, sekaligus untuk memperkenalkan satwa langka Indonesia yang kini dilindungi. Visualisasi awal maskot dikerjakan oleh Matari Advertising, sebelum akhirnya dikembangkan lagi oleh tim BenDufa (Bengkel Dunia Fantasi). Maka, jadilah logo dan karakter khas Dufan yang masih eksis sampai sekarang.
Salah satu keistimewaan Dufan adalah pembagian kawasannya yang tematik. Begitu masuk, pengunjung bisa langsung merasakan sensasi “keliling dunia” tanpa harus naik pesawat. Ada area Jakarta, Indonesia, Istana Boneka, Amerika, Eropa, Asia, Hikayat, Petualangan, Yunani, Indoor Dufan, hingga Dunia Kartun. Setiap zona dirancang untuk membangkitkan imajinasi, lengkap dengan wahana, pertunjukan, hingga spot kuliner dan toko merchandise.
Adapun luas kawasan Dufan mencapai 21 hektar, bagian dari mega proyek 552 hektar kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol. Tak heran, Dufan sampai sekarang tetap jadi ikon wisata Jakarta yang tak pernah sepi pengunjung. (*)





