Bahasa dan Aksara Sunda

Bahasa Sunda umumnya bisa dijumpai pada masyarakat Jawa Barat hingga Banten. Namun, ada beberapa masyarakat Sunda terutama yang tinggal di perkotaan tidak lagi menggunakan bahasa Sunda secara penuh dalam percakapan. Seperti yang terjadi di pusat-pusat keramaian kota Bandung, Bogor, Bekasi dan Tangerang, banyak masyarakat yang menggunakan bahasa Sunda bercampur dengan bahasa Indonesia. Selain itu, bahasa Sunda juga memiliki beberapa dialek tergantung wilayahnya masing-masing.
Ada beberapa dialek dalam bahasa Sunda, para pakar bahasa biasanya membedakan enam dialek berbeda. Dialek-dialek ini adalah:
- Dialek Barat (Banten, sebagian barat kabupaten Bogor khususnya wilayah Jasinga Raya, juga sebagian barat kabupaten Sukabumi)
- Dialek Utara-Pesisir (sebagian besar kabupaten Bogor serta kota Bogor, sebagian kecil kota Depok & kota Bekasi, sebagian kabupaten Bekasi, sebagian besar kabupaten Purwakarta, kabupaten Karawang, kabupaten Subang, dan sebagian kecil kabupaten Indramayu bagian barat)
- Dialek Selatan/Priangan (sebagian besar kabupaten Sukabumi, sebagian timur dan selatan kabupaten Bogor, kabupaten Purwakarta bagian selatan dan timur, kabupaten Cianjur, kota Bandung, kota Cimahi, kabupaten Bandung Barat, kabupaten Bandung, kabupaten Sumedang, kabupaten Garut, sebagian kecil bagian selatan kabupaten Subang, kabupaten Tasikmalaya, kabupaten Majalengka bagian selatan, kota Tasikmalaya, sebagian besar kabupaten Ciamis, sebagian kota Banjar, dan sebagian kecil kabupaten Pangandaran)
- Dialek Tengah Timur (sebagian besar kabupaten Majalengka, sebagian kecil kabupaten Indramayu bagian selatan, dan sebagian kecil bagian barat kabupaten Kuningan)
- Dialek Timur Laut (sebagian besar kabupaten Kuningan, bagian selatan kabupaten Cirebon, kabupaten Indramayu bagian timur, sebagian kabupaten Brebes bagian barat, serta sebagian kecil kota Cirebon)
- Dialek Tenggara (sebagian kota Banjar, sebagian kecil kabupaten Ciamis, sebagian besar kabupaten Pangandaran, & sebagian kecil kabupaten Cilacap bagian timur dan utara khususnya di kecamatan Dayeuhluhur).
Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 36 juta orang pada tahun 2010 dan merupakan bahasa daerah kedua yang paling banyak dituturkan di Indonesia. Sensus Indonesia tahun 2000 menyebutkan angka ini mencapai 30,9 juta jiwa. Bahasa ini dituturkan di bagian selatan provinsi Banten, dan sebagian besar Jawa Barat dan ke arah timur hingga Sungai Pamali di Brebes, Jawa Tengah.
Bahasa Sunda juga berkerabat dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Minang seperti halnya dengan Bahasa Jawa, seperti yang terlihat dari orang Sunda yang menggunakan tingkat bahasa yang berbeda yang menunjukkan pangkat dan rasa hormat – sebuah konsep yang dipinjam dari Bahasa Jawa. Bahasa Sunda memiliki kosakata yang mirip dengan Bahasa Jawa dan Bahasa Melayu.
Saat ini, bahasa Sunda sebagian besar ditulis dalam aksara Latin . Akan tetapi, ada upaya untuk menghidupkan kembali aksara Sunda yang digunakan antara abad ke-14 dan ke-18. Misalnya, nama jalan di Bandung dan beberapa kota di Jawa Barat kini ditulis dalam aksara Latin dan Sunda.






