KITAINDONESIASATU.COM – Tapanuli, tanah Batak yang kaya adat dan tradisi, juga menyimpan warisan kuliner unik. Salah satunya adalah Naniura, hidangan berbahan dasar ikan mas yang kerap dijuluki “Sasiminya Indonesia” berkat cara pengolahannya yang mirip sashimi Jepang.
Asal-Usul Naniura
Masyarakat Batak Tapanuli menyajikan Naniura dalam acara adat penting seperti bonataon atau pesta tahunan. Berbeda dari kebanyakan hidangan ikan, Naniura tidak dimasak dengan api, melainkan melalui fermentasi alami dengan asam jungga—asam khas Batak.
Cara Pengolahan Tradisional
Perendaman ikan mas: Ikan yang sudah dibersihkan direndam dalam perasan asam jungga selama 4–5 jam hingga teksturnya lembut dan segar.
Bumbu khas Batak: Setelah itu, ikan dilumuri campuran cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan andaliman—bumbu khas Batak dengan sensasi pedas-getir yang unik.
Penyajian: Setelah bumbu meresap sempurna, Naniura siap disantap, biasanya bersama nasi hangat.
Cita Rasa dan Filosofi
Naniura menyuguhkan paduan rasa pedas, segar, dan sedikit getir dari andaliman yang membangkitkan selera makan. Hidangan ini juga merepresentasikan identitas budaya Batak yang diwariskan turun-temurun. Tanpa pemasakan api, asam jungga berperan menjaga kesegaran ikan sehingga tetap aman dikonsumsi.





