KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap fenomena yang mengejutkan sepanjang 2025. Sekitar 50 ribu keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima bantuan sosial karena merasa kondisi ekonomi mereka sudah membaik. Hal ini dipandang sebagai tanda meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketepatan sasaran program perlindungan sosial.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa tren ini terjadi secara konsisten, bukan sesaat. Ia menyebut banyak warga kini sadar bahwa bansos semestinya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, sehingga sebagian memilih mundur agar bantuan bisa dialihkan kepada keluarga lain.
Kemensos menjelaskan bahwa gelombang pengunduran diri tersebut sebagian besar masuk melalui fitur usul–sanggah di aplikasi Cek Bansos. Fitur ini memungkinkan warga memperbaiki data penerima, baik dengan mengusulkan penerima baru maupun melaporkan penerima yang dinilai tidak layak.
Di sejumlah daerah, pemerintah daerah juga menerapkan langkah lebih tegas dengan menempelkan stiker khusus pada rumah penerima bansos. Meski menuai perdebatan soal privasi, kebijakan tersebut dinilai efektif meningkatkan transparansi dan mendorong kejujuran sosial. Di Bengkulu dan beberapa wilayah di Jawa Tengah, misalnya, banyak warga memilih mundur setelah merasa tak lagi memenuhi kategori miskin.
Sementara itu, Kemensos turut menerima lebih dari 600 ribu usulan penerima baru serta puluhan ribu sanggahan terkait data penerima yang tidak tepat. Seluruh data tersebut langsung dikirim ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk diverifikasi melalui pengecekan lapangan.

