Desa Kita

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Soko Guru Ekonomi Rakyat

×

Koperasi Merah Putih Diharapkan Jadi Soko Guru Ekonomi Rakyat

Sebarkan artikel ini
1001257164 scaled
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat menghadiri penyerahan simbolis pembukaan rekening Koperasi Merah Putih di Bank Mandiri, didampingi Area Head PT Bank Mandiri Area Bogor, Bambang Purnomo. (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM– Koperasi kembali ditegaskan sebagai “soko guru” perekonomian bangsa. Hal itu disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat menghadiri penyerahan simbolis pembukaan rekening Koperasi Merah Putih Kelurahan Rancamaya di Bank Mandiri, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, Dedie didampingi Area Head PT Bank Mandiri (Tbk) Area Bogor, Bambang Purnomo. Selain penyerahan rekening, Bank Mandiri juga memberikan sosialisasi kepada para ketua Koperasi Merah Putih terkait pembukaan buku rekening, digitalisasi layanan, hingga sistem akuntansi pembukuan yang sehat.

Dedie menjelaskan, kehadiran Koperasi Merah Putih merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

“Ini merupakan sebuah niat tulus, niat murni yang ingin menjadikan koperasi menjadi soko guru perekonomian bangsa,” ujar Dedie, dalam keterangan tertulis, Sabtu 30 Agustus 2025.

Ia menegaskan, koperasi yang telah didirikan tidak boleh hanya menjadi seremonial belaka. Melalui konsep Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, koperasi diarahkan agar dikelola dengan matang, melibatkan pengurus yang memiliki kapasitas dan kapabilitas bisnis, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dedie juga meminta para ketua dan pengurus koperasi untuk melakukan pemetaan potensi wilayah serta membangun jaringan yang luas. Menurutnya, banyak sektor yang dapat digarap oleh koperasi, mulai dari penyediaan bahan pangan untuk program Dapur Bergizi Gratis, simpan pinjam, distribusi sembako, hingga pengelolaan apotek.

“Jadi ini tidak bisa dianggap sepele, sehingga para ketua dan pengurus ini harus benar-benar mengenali apa yang ada di wilayahnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Dedie berharap keanggotaan Koperasi Merah Putih dapat tumbuh signifikan. Ia menargetkan dalam waktu satu tahun, koperasi tidak hanya beranggotakan puluhan orang, melainkan mampu merangkul hingga seribu anggota bahkan lebih.

Sementara itu, Area Head PT Bank Mandiri Area Bogor, Bambang Purnomo, menilai pendirian Koperasi Merah Putih menjadi momentum tepat untuk menumbuhkembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat.

“Sehingga ini akan menjadi sarana kita untuk menumbuhkan perekonomian di lokal masing-masing. Jadi ini ada dua, bottom up dan top down. Kami dari Mandiri sebagai fungsi keuangan, salah satu bank Himbara di Indonesia, akan hadir di dalam melaksanakan koperasi,” ucap Bambang.

Bambang menambahkan, ke depan Bank Mandiri akan berperan sebagai katalisator, sekaligus mitra strategis koperasi dalam memperkuat perekonomian lokal hingga nasional. Dengan sinergi tersebut, koperasi diharapkan benar-benar mampu menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *