KITAINDONESIASATU.COM – Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih makin tancap gas. Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa proyek koperasi raksasa ini kini resmi memasuki tahap kedua, yaitu pengoperasian dan pengembangan.
Tak main-main, pemerintah bakal mendorong relaksasi regulasi dan percepatan distribusi barang bersubsidi agar Kopdes/Kel bisa langsung tancap gas di lapangan.
“Relaksasi aturan bakal jadi kunci agar Kopdes Merah Putih benar-benar hidup dan bergerak,” ujar Budi Arie usai Rapat Koordinasi Terbatas bersama sejumlah menteri di Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.
Rapat ini dihadiri lintas Kementerian, yakni Wamenkop Ferry Juliantono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, dan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono. Fokus utama dalam rapat adalah akselerasi operasionalisasi 80.000 koperasi legal di desa dan kelurahan se-Indonesia.
Tak hanya itu, regulasi juga dikebut Permenkeu No. 49/2025 soal pinjaman Kopdes/Kel telah terbit dan bakal ditindaklanjuti dengan juklak teknis agar koperasi bisa langsung mengakses pembiayaan dari Himbara dan lembaga keuangan.
“Bukan untuk membangun gedung dan sebagainya, karena Kopdes/Kel Merah Putih diharapkan bisa menggunakan aset yang idle di wilayahnya,” kata Menkop.
Menariknya, dalam RUU Perkoperasian yang baru, program Kopdes Merah Putih akan dimasukkan sebagai bagian resmi yang direkognisi negara. Ini menandai bahwa negara tak hanya hadir, tapi juga mengafirmasi dan melindungi koperasi akar rumput.
Sementara itu, Wamenkop Ferry menyebut target operasionalisasi 3.000–5.000 Kopdes pada Agustus 2025. “Keberlanjutan Kopdes/Kel Merah Putih menjadi komitmen bersama lintas sektor,” tambah Wamenkop.
Ketua Satgas Kopdes Merah Putih sekaligus Menko Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa tahap awal telah selesai, lebih dari 80.000 badan hukum koperasi terbentuk. Kini fokus utama adalah menjalankan koperasi tersebut agar langsung berdampak ke ekonomi desa.
“Kita tinggal menunggu regulasi dari Kemendagri dan Kemendes, yang lainnya sudah siap jalan,” ujar Zulhas. (*)






