KITAINDONESIASATU.COM – Kampung Pulo adalah sebuah kampung adat yang terletak di sebuah pulau di tengah-tengah Situ Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sehingga untuk mencapainya perlu menggunakan rakit.
Asal Usul
Kampung Pulo dihuni oleh penduduk yang merupakan keturunan Arif Muhammad, seorang Panglima Perang Kerajaan Mataram yang kalah perang dan tidak mau kembali ke Jawa. Ia memilih untuk tinggal di sekitar Leles, Garut, dan menjadi leluhur masyarakat Kampung Pulo.
Saat itu masyarakat kampung tersebut masih menganut ajaran Hindu. Sejak masuknya Arif Muhammad, ajaran Islam mulai dianut. Beliau tinggal di kampung di tengah Situ Cangkuang ini hingga wafat dan dimakamkan di Kampung Pulo.
Kehidupan Masyarakat
Masyarakat Kampung Pulo memiliki kehidupan yang sederhana dan masih mempertahankan tradisi leluhur. Mereka hidup dari pertanian, perikanan, dan kegiatan lainnya yang terkait dengan alam.
Hanya Mempunyai 7 Bangunan yang Punya Simbol Tertentu
Sejak abad ke-17 sampai saat ini, di Kampung Pulo terdapat tujuh bangunan pokok yang terdiri dari enam rumah dan satu masjid. Jumlah ini tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Tujuh bangunan ini merupakan simbol untuk putra dan putri dari Arif Muhamad.
Selama menetap di Kampung Pulo, Arif Muhamad mempunyai tujuh keturunan. Enam anak perempuan, satu anak lakiālaki. Enam rumah yang posisinya berhadap-hadapan ini melambangkan enam anak perempuan, sedangkan satu bangunan masjid di Kampung Pulo melambangkan anak laki-laki. Saat ini, jumlah penduduk Kampung Pulo ada 23. Mereka dipimpin oleh satu kuncen dan satu kepala adat. Keduanya bertanggung jawab memeliharan dan merawat budaya, adat dan tradisi Kampung Pulo.







