Talempong lazim dimainkan bersama saluang, suling bambu, dan sarunai. Instrumen-instrumen ini membentuk harmoni yang menjadi panduan tempo dan irama bagi berbagai tarian tradisional, seperti Tari Piring dan Tari Gelombang.
Bahkan, dalam beberapa pertunjukan, bunyi dentingan cincin penari ikut menyatu dengan irama musik.
Proses pembuatan talempong masih mempertahankan teknik tradisional yang rumit. Dimulai dari pembuatan cetakan lilin berlapis tanah liat, pembakaran untuk mencairkan lilin, hingga penuangan logam cair.
Setelah dingin, cetakan dipecah, talempong dipoles, lalu disetel nadanya secara manual—sebuah proses yang membutuhkan keahlian tinggi dan ketelitian.
Dalam tradisi Minangkabau, dikenal beberapa jenis talempong seperti talempong duduak (melodis), talempong pacik (dibawa sambil berjalan), dan talempong batuang.
Seluruhnya memiliki fungsi penting dalam acara adat, pengiring tari, dan perayaan masyarakat.






