Apa yang ditampilkan di “Unjuk Kreasi”?
1. Agrowisata dan Inovasi Produk Pertanian
-Pengunjung dapat mengikuti aktivitas menanam sayur, kreasi mina padi, serta praktik pembuatan pompa hidram, yang menunjukkan potensi pertanian sebagai wisata edukatif dan bernilai jual.
2. Workshop Kerajinan Lokal
-Dari batik bermakna filosofi, pembuatan sandal, wayang golek, hingga anyaman bambu, pengunjung disuguhi proses kreasi cenderamata khas desa.
3. Edukasi dan Pengolahan Kopi
-Meliputi pengenalan varietas kopi lokal, proses menyangrai, dan demonstrasi menyeduh, memperlihatkan rantai nilai ekonomi kopi yang dapat dinikmati wisatawan.
4. Kuliner Tradisional
-Demonstrasi pembuatan menu khas desa seperti kolecer, leupeut, lemon aibon, minuman sari pala, hingga lidah buaya, menunjukkan daya tarik kuliner lokal.
5. Permainan Rakyat dan Musik Tradisional
-Permainan seperti congklak dan hiburan musik tradisional menjadi bagian dari misi menegaskan bahwa budaya bukan hanya tontonan, tapi pengalaman otentik bernilai jual.
Yuliana menerangkan lebih lanjut bahwa pengunjung bebas berinteraksi di booth-booth desa, bertanya langsung pada pengrajin atau petani, hingga menggalang rencana kunjungan lanjutan ke desa wisata tersebut.
“Kesempatan untuk berinteraksi langsung di booth-booth perwakilan desa wisata ini memungkinkan pengunjung untuk bertukar informasi mendalam, bahkan merencanakan kunjungan langsung ke desa tersebut di kemudian hari,” ungkapnya.
Selain itu, Unjuk Kreasi sangat relevan bagi lembaga pendidikan yang ingin menghadirkan aktivitas study tour berbeda edukatif dan berkesan maupun wisatawan yang mencari opsi wisata antik-apopuler massal, namun lebih bermakna dan interaktif.
Menurut Yuliana, acara ini juga memberi peluang kepada seluruh masyarakat khususnya lembaga pendidikan dan pelaku usaha pariwisata untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan melihat langsung bagaimana budaya dan ekonomi kreatif lokal bersinergi dan bernilai jual.
Penutup Disbudpar mengundang masyarakat luas untuk datang dan mendukung Festival Desa Wisata Kabupaten Bogor 2025—khususnya sesi “Unjuk Kreasi” sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan desa lewat kearifan lokal dan kreativitas masyarakat. (Nicko)






