Menariknya, belut-belut yang dipercaya sakral ini dikenal jinak dan tidak agresif terhadap manusia.
Dalam beberapa kesempatan, pengunjung bahkan dapat memberi makan belut langsung dari tepian danau.
Legenda Belut Apu pun menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Danau Laputi dan kebanggaan masyarakat Sumba Timur.***


