KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal penumpukan sampah di berbagai sudut kota, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengingatkan bahwa persoalan kebersihan bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.
Ia menegaskan bahwa budaya saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah, terlebih ketika masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah. Peringatan itu disampaikan Jenal saat memimpin kegiatan rutin Jumat Bersih di kawasan Taman Kencana, Jumat 21 November 2025. “Jangan salahkan siapa pun, kadang kita sendiri yang membuang sampah sembarangan. Jadi ini tugas kita bersama, jadikan Kota Bogor bersih, itu tugas kita,” tegasnya.
Menurut Jenal, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui kegiatan Jumat Bersih berupaya memberikan contoh langsung kepada masyarakat tentang pentingnya peran aktif dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa upaya kebersihan tidak bisa hanya bergantung pada aparatur pemerintah. “Tidak cukup hanya kepala dinas atau camat, atau petugas kebersihan saja. Tapi butuh bantuan semua warga yang cinta Kota Bogor,” ujarnya.
Jenal juga memastikan bahwa kegiatan Jumat Bersih dan berbagai program kebersihan tidak akan berhenti hingga akhir masa jabatan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan dirinya. Bahkan setelah itu, ia berharap masyarakat terus menjaga semangat kolektif untuk merawat lingkungan. “Tiap Jumat kita wajib bebersih di setiap fasilitas yang ada di Kota Bogor. Adipura jangan dijadikan target, namun syiar bahwa warga Kota Bogor cinta kebersihan, cinta lingkungan,” katanya.
Aksi Jumat Bersih tersebut diikuti puluhan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), aparat wilayah, hingga klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bogor yang turut terlibat sebagai bagian dari pembinaan masyarakat. Kegiatan berjalan aktif dengan pembersihan area taman, penyisiran sampah di ruang publik, dan penataan area hijau. (Nicko)


