Bisnis

Waspada! Modus File APK Mengintai Saat Lebaran, BRI Ingatkan Rekening bisa Dibobol

×

Waspada! Modus File APK Mengintai Saat Lebaran, BRI Ingatkan Rekening bisa Dibobol

Sebarkan artikel ini
APK
Ilustrasi APK. (Dok. Pajak.com)

KITAINDONESIASATU.COM – Lonjakan transaksi digital selama libur Lebaran membuat kewaspadaan terhadap kejahatan siber semakin penting. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk pun mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak sembarangan membuka atau mengunduh file mencurigakan, terutama lampiran berformat .APK yang sering disebarkan melalui pesan tidak dikenal.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyampaikan bahwa masyarakat harus ekstra hati-hati ketika menerima pesan yang disertai file atau tautan dari sumber yang tidak jelas.

Menurutnya, kemampuan mengenali potensi ancaman sejak awal menjadi kunci utama untuk mencegah pembobolan data serta akses ilegal terhadap rekening nasabah.

“Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem digital yang aman dan nyaman,” ujar Saladin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3).

Modus penipuan digital ini biasanya diawali pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku sebagai pihak resmi. Pesan tersebut sering disertai narasi yang meyakinkan, mulai dari undangan digital, dokumen perpajakan, resi pengiriman paket, hingga surat penting lain—semuanya dibungkus dengan lampiran file .APK.

Di balik tampilan yang terlihat meyakinkan itu, tersembunyi ancaman serius. Ketika korban mengunduh dan memasang file tersebut, malware bisa langsung menyusup ke perangkat. Program berbahaya ini dirancang untuk mencuri data pribadi, merusak sistem, bahkan mengambil alih kendali ponsel tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Tak hanya itu, aplikasi .APK dari sumber tidak terpercaya kerap meminta izin akses tertentu di perangkat. Celah inilah yang dimanfaatkan pelaku untuk memantau aktivitas pengguna dan berpotensi menyalahgunakan akses layanan keuangan yang tersimpan di dalam ponsel.

Saladin mengungkapkan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang dan semakin canggih. Karena itu, BRI juga terus memperkuat sistem keamanan layanan digital agar mampu menghadapi berbagai ancaman baru.

“Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah selalu menjadi prioritas utama,” tegasnya.

BRI pun mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Pesan mencurigakan—terutama yang bernada mendesak, menawarkan hadiah, atau meminta verifikasi data—harus dipastikan kebenarannya sebelum ditindaklanjuti.

Nasabah juga dianjurkan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti two-factor authentication (2FA) guna memperkuat perlindungan akses layanan digital, termasuk aplikasi perbankan seperti BRImo.

Jika terlanjur mengunduh file .APK mencurigakan, langkah darurat harus segera dilakukan. Mulai dari mematikan koneksi internet, menghapus aplikasi tersebut, hingga mengganti username, PIN, dan password akun perbankan maupun email yang terhubung.

Sebagai langkah terakhir untuk memastikan perangkat benar-benar aman, pengguna juga disarankan melakukan reset setelan pabrik pada ponsel.

BRI menegaskan, apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau indikasi penipuan, nasabah dapat segera menghubungi layanan Contact BRI di 1500017 agar risiko kerugian dapat dicegah lebih cepat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *