Helmi menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang hanya mengenal kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng, padahal 70-80 persen produk di supermarket dibuat dari bahan baku kelapa sawit.
“Fakta ini masih kurang dipahami oleh masyarakat secara umum,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam mengembangkan kewirausahaan berbasis produk turunan kelapa sawit. Menurutnya, kelapa sawit tidak hanya dapat diolah menjadi minyak goreng, tetapi juga berbagai produk lain seperti batik, helm, hingga energi, dan bahkan limbahnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan penguat jalan.
Helmi berharap seminar ini dapat menjadi awal dari kolaborasi lebih lanjut antara ULM dan BPDPKS, terutama dalam pengembangan startup berbasis produk turunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan. ***
Editor Aam Permana S



