Banyak di antara mereka berasal dari negara berkembang seperti Meksiko, Malaysia, dan Kolombia.
Beberapa pihak menyatakan bahwa dukungan psikologis bagi mereka hanya bersifat formal, sementara mereka berada di bawah tekanan tinggi dari pengawasan yang ketat.
Jika mereka tidak memenuhi jumlah minimum video yang harus ditinjau dalam sebulan, mereka dapat kehilangan hingga seperempat dari gaji mereka.
Menurut salah satu karyawan, mereka harus meninjau hingga 900 video setiap hari, dan menonton 700 video dianggap sebagai “penghindaran pekerjaan”.
Menanggapi masalah ini, perwakilan TikTok mememberikan penjelasan cukup panjang.
Ia mengatakan bahwa pihaknya berusaha menciptakan lingkungan kerja yang mendukung bagi karyawan dan kontraktor.
“Tim Trust and Safety kami bekerja sama dengan perusahaan pihak ketiga untuk melindungi platform dan komunitas TikTok, serta memperluas layanan kesehatan untuk memberikan dukungan emosional bagi para moderator,” kata dia. ***


