Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, mengakui bahwa Kampung Ketupat memiliki potensi besar, namun masih memerlukan pemerataan agar kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua warga.
“Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan, saya yakin kita bisa menciptakan upaya yang optimal untuk membangun sumber daya manusia dan penataan infrastruktur di kampung ini,” ungkap Riki.
Riki juga menceritakan tentang kolaborasi yang telah dilakukan di Kampung Bojong, termasuk pendirian Posyandu Mawar dan Germas KETUPAT. Sebelumnya, warga RW 4 Kelurahan Cimahpar harus menggunakan bangunan poskamling berukuran 2×3 meter sebagai Posyandu.
Namun, berkat komunikasi yang intensif dengan PT Inti Innovaco, perusahaan tersebut menghibahkan lahan seluas 100 meter di wilayah RW 4 untuk pembangunan Posyandu yang lebih representatif.
“Pembangunan ini juga didukung oleh CSR, dan Alhamdulillah, kini Posyandu Mawar 4A memiliki bangunan yang layak dengan beberapa fasilitas penting,” tambah Riki.
Dengan adanya Kampung Germas KETUPAT, Riki berharap ini dapat menjadi gerakan bersama antara perangkat daerah, TP PKK, stakeholder, dan warga untuk saling mendorong, mendukung, serta berkomitmen menjaga kesehatan.
“Program ini akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat, penanganan stunting, serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera,” tutupnya. (Nicko)***


