Bisnis

SUCOFINDO Dorong Industri Sawit Halal dan Kompetitif melalui Kolaborasi

×

SUCOFINDO Dorong Industri Sawit Halal dan Kompetitif melalui Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
usaha sawit halal
Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan sawit di Kawasan Tanah Laut Kalsel (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam upaya mendorong akselerasi sertifikasi halal untuk produk turunan sawit, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO), PT SUCOFINDO (PERSERO) siap mendukung para pelaku usaha sawit dalam proses sertifikasi halal melalui perannya sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).

Komitmen ini diwujudkan dalam penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menuju Industri Sawit yang Halal dan Berdaya Saing” di Sampit, Kalimantan Tengah.

Kepala Unit Halal PT SUCOFINDO (PERSERO), Agus Suryanto menegaskan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga jasa penunjang, seperti PT SUCOFINDO (PERSERO) dalam menyukseskan program sertifikasi halal nasional, khususnya untuk industri sawit.

“Sertifikasi halal untuk produk sawit sangat penting guna memastikan kehalalan dan keamanan konsumsi bagi masyarakat Muslim. Proses ini mencangkup kebersihan tempat pengolahan, pengemasan, kesesuaian alat yang digunakan, hingga penyimpanannya yang bebas dari kontaminasi bahan yang diharamkan,” jelas Agus Suryanto dalam siaran persny ke media ini, Selasa (26/8/2025).

Lebih lanjut, Agus Suryanto menekankan bahwa sertifikasi halal tidak hanya sebatas kewajiban regulatif, tetapi juga peluang strategis.

“Melalui sertifikasi halal, produk sawit Indonesia akan memiliki daya saing lebih tinggi di pasar global. Karena itu, melalui FGD ini, kami membuka ruang diskusi untuk mencari solusi bersama dalam mendukung pelaku industri sawit, khususnya di Kalimantan Tengah, agar dapat memenuhi kewajiban sertifikasi halal secara tepat waktu dan efisien,” tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Perkebunan, Muhamad Rus’an menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sawit halal dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk petani swadaya, memperkuat Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan sistem geospasial, serta penyusunan Rancangan Aksi Daerah (RAD) Sawit Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menciptakan ekosistem industri sawit yang legal dan kompetitif secara global,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *