BisnisPolitik

Strategi Pemerintah Perpanjang Kontrak Freeport-ExxonMobil: Kepemilikan Negara Naik, Penerimaan Diproyeksikan Ratusan Triliun

×

Strategi Pemerintah Perpanjang Kontrak Freeport-ExxonMobil: Kepemilikan Negara Naik, Penerimaan Diproyeksikan Ratusan Triliun

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat, 20 Februari 2026. ( BPMI Setpres/Kris)

Saat ini, fasilitas produksi Freeport mampu mengolah sekitar 3,2 juta ton konsentrat tembaga per tahun, yang menghasilkan kurang lebih 900 ribu ton tembaga dan 50-60 ton emas annually.

Setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pemerintah bersama MIND ID dan Freeport-McMoRan akan melanjutkan pembahasan teknis terkait pemenuhan aspek administrasi.

Pendanaan untuk kegiatan eksplorasi ke depan juga akan ditanggung bersama sesuai proporsi kepemilikan masing-masing pihak.

Ekspansi Investasi Migas: ExxonMobil hingga 2055

Di sektor minyak dan gas bumi, pemerintah juga tengah melanjutkan komunikasi intensif dengan ExxonMobil terkait perpanjangan operasi hingga 2055.

Baca Juga  Kementerian ESDM Berencana Bangun Pabrik LPG Demi Kurangi Impor yang Terus Kuras Anggaran

Dalam skema tersebut, direncanakan tambahan investasi sekitar USD 10 miliar (setara Rp 155 triliun) untuk menjaga dan meningkatkan lifting produksi yang saat ini berada pada kisaran 170-185 ribu barel per hari.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah dinamika transisi energi global, sekaligus memaksimalkan nilai ekonomi dari aset migas yang masih produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *