Skema ini dinilai efisien karena memungkinkan negara memperoleh porsi kepemilikan lebih besar tanpa membebani APBN, sekaligus memastikan keberlanjutan investasi dan operasional perusahaan.
Optimalisasi Penerimaan Negara dan Daerah
Selain aspek kepemilikan, Menteri ESDM menegaskan bahwa skema perpanjangan kontrak dirancang untuk menghasilkan penerimaan negara yang lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Optimalisasi dilakukan melalui penyesuaian tarif royalti, efisiensi pemungutan pajak, serta peningkatan kontribusi kepada Pemerintah Daerah Papua sebagai wilayah penghasil.
“Dengan demikian maka penciptaan lapangan pekerjaan dapat bertambah, yang eksistensi bertahan pendapatan negara juga bertambah, begitupun royalti PNBB dan pendapatan daerah,” paparnya.
Proyeksi Produksi dan Nilai Ekonomi Freeport
Bahlil memaparkan bahwa puncak produksi Freeport diproyeksikan terjadi pada 2035.


