Angka ini lebih baik dibandingkan saat pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik global, di mana utilisasi hanya mencapai 40 persen. “Dengan tingkat utilisasi yang masih 65 persen, pemerintah merasa perlu untuk menyelamatkan perusahaan yang menyediakan lapangan kerja bagi 5.000 orang ini,” tambah Reni.
Karena Sritex masih beroperasi, manajemen belum mengambil langkah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga kewajiban kontrak tetap dilaksanakan. Reni juga menyatakan bahwa akan ada pertemuan lanjutan untuk merinci skema-skema yang diajukan guna menyelamatkan Sritex.
“Kami akan melibatkan kementerian lain dalam pertemuan berikutnya, karena ada empat kementerian yang ditugaskan untuk menyelesaikan masalah Sritex,” kata dia. ***



