“Terus sukses dan semangat ya..!”, begitu pesan pendek dari Sri Mulyani kepada anak anak muda yang beken mengelola usaha itu.
Seperti kita ketahui Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil dan Vietnam atau menjadi urutan ke-3.
Produksi kopi Indonesia tahun 2023 sempat memperlihatkan hasil posistif di lima tahun terakhir, namun saya terjadi penurunan produksi saat meningkatnya konsumsi kopi di Indonesia.
Data ekspor kopi juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, pada 2023, volume ekspor kopi turun drastis menjadi 276.335,2 ton dari 433.881,1 ton pada tahun sebelumnya.
Penurunan produksi kopi di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti, perubahan iklim yang tidak menentu.
Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan yang terlalu lebat atau musim kering yang berkepanjangan, telah memengaruhi hasil panen.
Selain itu, adanya serangan hama dan penyakit tanaman, serta kurangnya peremajaan tanaman kopi yang sudah tua, turut berkontribusi pada turunnya jumlah produksi.
Meskipun terjadi penurunan volume, namun nilai ekspor atau FOB (Free on Board) tetap tinggi, mencapai US$ 916,5 juta atau sekitar Ep 14,19 triliun.
Hal ini mencerminkan lonjakan harga kopi di pasar internasional sebagai dampak dari terbatasnya pasokan akibat penurunan produksi. (dodo hawe)


