KITAINDONESIASATU.COM– Pasar Tradisional Rangkasbitung akan disulap menjadi pasar modern guna mengantisipasi kepadatan pengunjung, setelah pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate selesai. Perubahan ini untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan kenyamanan bagi warga.
Menurut Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Lebak, Yosep M Holis, pasar modern akan menjual produk tertentu saja untuk menghindari kepadatan di Stasiun Rangkasbitung.
“Stasiun ultimate akan melayani 80.000 pengguna per hari, ditambah pengunjung pasar dan 860 lapak pasar subuh,” ujar Yosep, kemarin.
Kata Yosep, lokasi pasar masih dimungkinkan tetap berada di lokasi sama, namun jenisnya adalah pasar modern dengan produk-produk tertentu saja yang dijual.“Boleh tetap ada pasar, tapi pasar modern yang (produknya) dibatasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Perdindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani menjelaskan, hak pengelolaan Pasar Rangkasbitung oleh pihak ketiga akan berakhir pada Februari 2028. “Setelah pengelolaan oleh pihak ketiga selesai, maka akan beralih ke pemerintah daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Yani, perubahan Pasar Rangkasbitung menjadi pasar modern memang sudah direncanakan. Salah satunya dengan mulai memindahkan pedagang pasar subuh ke Pasar PKL Kandang Sapi di Narimbang Mulia, Rangkasbitung “Betul pasar modern, iya seperti mall lah. Jadi untuk pasar basah tidak lagi di Pasar Rangkasbitung,” katanya.
Yani menambahkan, sudah ada beberapa investor yang menyatakan kesiapan untuk membangun pasar modern. “Beberapa investor sudah ada yang siap bekerja sama untuk membangun,” ungkapnya.


