Namun, mereka gagal beradaptasi dengan era fotografi digital, hingga terpaksa mengajukan kebangkrutan pada 2012.
Upaya diversifikasi bisnis sebenarnya dilakukan, termasuk menjadi merek farmasi pada 2020, namun tantangan finansial terus menghantui.
Seorang juru bicara Kodak mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya “optimistis dapat melunasi sebagian besar pinjaman sebelum jatuh tempo” dengan opsi memperpanjang atau membiayai kembali utang dan kewajiban saham preferen.
Meski demikian, masa depan Kodak tetap berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian.***


