KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (20/2) pagi di Jakarta. Mata uang Garuda tercatat melemah 9 poin atau sekitar 0,05 persen ke posisi Rp16.903 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya Rp16.894 per dolar AS.
Meski pelemahannya terbilang tipis, pergerakan ini menunjukkan rupiah belum sepenuhnya lepas dari tekanan pasar global. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, serta sentimen eksternal yang memengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Penguatan dolar AS di pasar internasional membuat mata uang negara berkembang cenderung tertekan pada awal sesi perdagangan. Kondisi ini juga membuat investor lebih berhati-hati, terutama menjelang rilis sejumlah data ekonomi global.
Di dalam negeri, pelaku pasar menunggu respons Bank Indonesia serta perkembangan inflasi dan stabilitas sektor keuangan. Intervensi di pasar valas dan obligasi biasanya menjadi langkah untuk menjaga pergerakan rupiah tetap stabil.
Analis menilai fluktuasi rupiah masih akan terjadi dalam jangka pendek, seiring tingginya ketidakpastian global. Jika sentimen eksternal kembali memanas, rupiah berpotensi bergerak volatil, namun tetap diperkirakan berada dalam rentang yang terkendali. (*)

