Selain faktor suku bunga, kekhawatiran terhadap pasokan minyak mentah dunia akibat konflik AS-Iran yang masih berlangsung turut mendorong penguatan dolar AS sebagai aset aman.
“Kekhawatiran akan pasokan minyak mentah dunia akibat perang AS-Iran masih belum pulih. Kekhawatiran ini mendorong penguatan dolar AS,” jelasnya.
Lukman memprakirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada hari ini.
Ia juga menyoroti pengumuman MSCI Accessibility Review yang dinilai cukup mempengaruhi pergerakan rupiah.
Laporan MSCI menunjukkan pasar modal Indonesia masih masuk dalam kategori Emerging Market, meski masih ada persoalan terkait transparansi dan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mempengaruhi pembentukan harga saham.
“Saya melihat pengumuman ini cukup dapat diterima investor,” ucap Lukman.
Investor kini menanti hasil review MSCI terkait klasifikasi pasar modal yang akan disampaikan pada 24 Juni mendatang.***


