KITAINDONESIASATU.COM – Kabar mengejutkan datang dari Bank Dunia. Ekonomi Indonesia diproyeksikan hanya tumbuh di kisaran 4,7–4,8 persen pada 2026, masih di bawah target pemerintah yang membidik angka 5 persen.
Meski begitu, Indonesia tetap menunjukkan daya tahan kuat. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan hanya tumbuh 4,2 persen.
Kepala Ekonom Bank Dunia untuk kawasan ini, Aaditya Mattoo, menyebut Indonesia relatif aman karena ketergantungan impor energi lebih rendah dibanding negara lain.
Data menunjukkan impor minyak dan gas RI hanya sekitar 1% dari PDB—jauh lebih kecil dibanding Thailand (7%), Filipina (3%), dan Vietnam (2%).
Namun, situasi global tetap jadi bayang-bayang serius: Harga minyak dunia naik berdampak beban subsidi membengkak, inflasi berpotensi melonjak menyeret harga pangan ikut terdorong, dan risiko global meningkat membuat investasi dan konsumsi bisa melemah.
Kendati demikian, Bank Dunia memperkirakan Indonesia bisa kembali bangkit jika mampu mencapai pertumbuhan 5,2 persen pada 2027.
Di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan negara lain juga bervariasi: Malaysia 4,4%, Filipina 3,7%, Thailand 1,3%, dan Vietnam melesat hingga 6,3%. (*)

