Bisnis

Realisasi Investasi di Labuan Bajo Rp570 Miliar Pada Kuartal I 2024, Ini Penjelasan Menparekraf

×

Realisasi Investasi di Labuan Bajo Rp570 Miliar Pada Kuartal I 2024, Ini Penjelasan Menparekraf

Sebarkan artikel ini
Budaya NTT
Pagelaran seni pada acara "Sarasehan Networking Dinner dan Pagelaran Budaya" yang mengusung tema "From Culture to Capital Investing in the Future For Better NTT". (Kemenparekraf)

KITAINDONESIASATU.COM – Realisasi investasi parekraf (pariwisata dan ekonomi kreatif) di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat mencapai Rp570 miliar pada Kuartal I 2024.

Dukungan investasi itu diharapkan terus meningkat seiring dengan hadirnya akses pendukung di wilayah tersebut.

Demikian hal yang diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif-Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang hadir secara daring dalam “Sarasehan Networking Dinner dan Pagelaran Budaya” di TMII, Jakarta, baru-baru ini.

Menparekraf menjelaskan sejak tahun 2020 Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas telah menerima investasi signifikan terutama untuk pengembangan infrastruktur dan pariwisata.

Baca Juga  XL Axiata Perkenalkan Infinity Revolution: Gerakan Kebebasan dalam Mengekspresikan Diri

“Hal ini membuat Labuan Bajo berada di posisi keempat dengan nilai realisasi investasi tertinggi dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas,” kata Sandiaga seperti dikutip dari laman resmi Kemenparekraf.

Tercatat total nilai realisasi investasi di Labuan Bajo, NTT, mencapai Rp5,2 triliun pada tahun 2023. Hal ini menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu kontributor terbesar dari 15 sektor penyumbang investasi yang ada di NTT.

Selain itu dalam waktu dekat, Sandiaga mengungkapkan, akan ada rute penerbangan internasional di NTT, yaitu penerbangan perdana oleh maskapai Air Asia pada 3 September 2024 dengan rute Kuala Lumpur – Labuan Bajo.

Baca Juga  Mengenal Athina Papadimitriou, Calon Istri Rio Haryanto yang Ternyata Keponakan Sandiaga Uno

Diharapkan rute penerbangan internasional lainnya seperti dari Australia dan Singapura akan segera menyusul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *