Bisnis

Purbaya Ungkap Rahasia Soeharto Bertahan 32 Tahun, Stabilkan Harga, Kendalikan Inflasi

×

Purbaya Ungkap Rahasia Soeharto Bertahan 32 Tahun, Stabilkan Harga, Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Purbaya
Menkeu Purbaya. (ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti pentingnya pengendalian inflasi sebagai kunci menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di Indonesia. Ia mengungkap bahwa pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto mampu bertahan hingga 32 tahun karena sukses menjaga kestabilan harga, terutama harga bahan pokok seperti beras.

“Harga beras stabil, yang lain akan ikut harga beras. Jadi, inflasi ini amat penting sekali juga untuk meningkatkan popularitas pimpinan daerah,” ujar Menkeu Purbaya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, dikutip Selasa, 21 Oktober 2025.

Ia menambahkan, pengendalian harga memiliki dampak besar terhadap elektabilitas kepala daerah. “Kalau di daerahnya harganya nggak terkendali, pasti nanti kalau ada Pemilu nggak kepilih lagi. Kalau Bapak, Ibu bisa ngendaliin harga di daerah, hampir pasti bisa kepilih lagi tanpa embel-embel yang lain, perut masih jadi alat politik utama di Indonesia,” katanya.

Purbaya juga menjelaskan alasan dibentuknya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bersinergi dengan Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dalam menjaga stabilitas harga. Ia mengingatkan bahwa inflasi harus dijaga agar suku bunga tetap rendah dan daya beli masyarakat meningkat.

Baca Juga  Kebiasaan Pengusaha Sukses

“Waktu itu bank sentral sama pemerintahan terpisah, bunga dikendalikan sesuai dengan inflasi atau bunga untuk mengendalikan inflasi. Biasanya bunga berapa persen di atas inflasi,” jelasnya.

Menurutnya, Bank Indonesia perlu menekan inflasi agar suku bunga acuan dan bunga pinjaman bisa turun. “Cara kita mengendalikan bank sentral adalah mengendalikan inflasi. Kalau inflasi terus 2,5 persen, BI harus dipaksa turunkan bunga acuan ke 3,5 persen dan bunga pinjaman turun ke 7 persen,” tuturnya.

Purbaya menilai, langkah tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. “Kalau itu terjadi, maka ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat lagi atau paling nggak bisa bersaing dengan negara lain,” tambahnya.

Baca Juga  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Soroti Biaya Produksi Listrik, Siap Pangkas Subsidi dengan Teknologi Baru

Ia menegaskan bahwa tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah, bukan hanya menjaga inflasi tetap rendah, tetapi juga memastikan kestabilan harga dan pasokan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *