Bisnis

Proyek Kereta Gantung Rinjani Terancam Batal, Investor Asal Cina Menghilang

×

Proyek Kereta Gantung Rinjani Terancam Batal, Investor Asal Cina Menghilang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 17
Gunung Rinjani

KITAINDONESIASATU.COM – Rencana pembangunan wahana kereta gantung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kini berada di ujung tanduk. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan bahwa investor yang membiayai proyek tersebut tiba-tiba menghilang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapperida Lombok Tengah, Lalu Wiranata, dalam pernyataan resminya pada Jumat, 4 Juli 2025.

“Kabar dari investor hilang, jadi batal,” ujarnya singkat.

Lalu menyebutkan bahwa peletakan batu pertama pembangunan sudah dilakukan sejak tahun 2022. Proyek ini sejatinya merupakan kerja sama antara investor asal Cina dengan pemerintah daerah dan ditargetkan rampung pada 2025. Namun, tidak diketahui secara pasti apa penyebab menghilangnya pihak investor.

“Alasan batal kami tidak tahu. Kemungkinan alasan internal perusahaan,” jelasnya.

Ia mengatakan telah meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB untuk mencari solusi atas kendala pendanaan yang dihadapi.

“Kami berharap supaya dicarikan investor baru,” harapnya.

Pembangunan kereta gantung ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata, khususnya dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Diharapkan kehadirannya dapat menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta sektor UMKM.

Proyek kereta gantung tersebut dirancang berada di kawasan hutan lindung di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Jalurnya membentang sepanjang 10 kilometer dan berdiri di atas lahan seluas 500 hektar, dengan estimasi anggaran pembangunan sebesar Rp2,2 triliun. Titik pemberhentian tertinggi kereta gantung rencananya berada dua kilometer di bawah Pos Pelawangan Rinjani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *