Berita UtamaBisnis

Potensi Besar Perkebunan Kelapa Sawit Kalsel

×

Potensi Besar Perkebunan Kelapa Sawit Kalsel

Sebarkan artikel ini
perkebunan kelapa sawit
Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kalimantan Selatan, Edy Sapta Binti, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 86 perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan dengan luas total mencapai sekitar 427 ribu hektare.

“Hingga akhir tahun 2024, hanya sekitar 54 perusahaan atau 63 persen dari total tersebut yang bergabung dengan Gapki. Luas kebun inti yang terdaftar mencapai 257.590 hektare, sedangkan kebun masyarakat seluas 60.269 hektare,” ujar Edy pada Minggu 18 Agustus 2024.

Edy menjelaskan bahwa di Kalsel terdapat 46 pabrik kelapa sawit, serta tiga pabrik minyak goreng—dua di Kabupaten Kotabaru dan satu di Kabupaten Tanah Bumbu. Selain itu, terdapat dua pabrik biodiesel di Kalsel, masing-masing di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Menurut Edy, konsumsi minyak sawit domestik pada tahun 2024 diperkirakan akan meningkat, terutama untuk kebutuhan pangan, industri oleokimia, dan energi (biodiesel). Namun, harga minyak nabati dunia, termasuk minyak sawit, diperkirakan tidak akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun 2023.

Edy memprediksi bahwa produksi minyak sawit akan stagnan, dan ekspor diperkirakan akan menurun seiring dengan peningkatan kebutuhan dalam negeri. Untuk mengatasi hal ini, peremajaan kelapa sawit rakyat (PSR) dilakukan dengan pola I dan pola II (kemitraan) di daerah sentra kelapa sawit seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjar, dan Barito Kuala. Namun, proses peremajaan ini masih terbilang lambat.

Edy juga menyebutkan bahwa Gapki Kalsel masih berjuang menyelesaikan masalah terkait perkebunan kelapa sawit yang terindikasi berada dalam kawasan hutan, peremajaan sawit rakyat, serta pemenuhan kewajiban fasilitas pembangunan kebun masyarakat (FPKM 20 persen) dan sertifikat ISPO bagi kelembagaan pekebun.

“Kami sangat berharap dukungan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel untuk memberikan perhatian khusus pada isu-isu ini,” harap Edy.

Dia menambahkan bahwa Kalsel sudah memenuhi syarat terkait ketersediaan lahan, kebutuhan pupuk, dan bibit sawit. “Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam produksi kelapa sawit. Oleh karena itu, percepatan penanaman sawit perlu didorong,” tambahnya.

Menurut Edy, komoditas sawit merupakan salah satu andalan Indonesia dan memiliki prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat. Dia juga menekankan pentingnya peremajaan sawit yang diimbangi dengan penanaman komoditas lain untuk mendukung perekonomian masyarakat selama menunggu hasil panen sawit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *