Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 5,08 Persen, Angka Kemiskinan Menurun

×

Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 5,08 Persen, Angka Kemiskinan Menurun

Sebarkan artikel ini
ekonomi sulsel
Ilustrasi aktivitas perikanan tambak di Maros, Sulawesi Selatan. (Fit

“Dari sisi kemiskinan mengalami penurunan secara signifikan, terutama di wilayah pedesaan. Kesejahteraan petani turut mengalami peningkatan, tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada triwulan III 2024 sebesar 7,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan perbaikan dalam daya beli dan pendapatan petani,” ujar Wahyu.

Angka pengangguran juga ikut menurun terlihat dari angka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang meningkat dari 65,66 persen pada Agustus 2023 menjadi 67,38 persen pada Agustus 2024, disertai penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 0,14 persen, yang didorong oleh peningkatan serapan tenaga kerja pasca pandemi Covid-19.

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor tetap berdaya saing berkat permintaan positif dari negara mitra dagang. Secara sektoral, kontribusi tinggi datang dari tiga lapangan usaha utama yakni Pertanian, Perdagangan, dan Industri Pengolahan.

“Produksi padi dan perikanan membaik berkat cuaca yang kondusif, sementara pertumbuhan perdagangan tetap kuat di tengah momentum Pilkada Serentak. Industri pengolahan juga tetap terjaga, terutama industri makanan dan minuman (Mamin) yang menguat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelas Wahyu.

La Nina di 2024 sempat memberikan dampak terhadap inflasi dan perekonomian melalui berbagai sektor, khususnya pertanian, perikanan, dan pariwisata.

“La Nina di 2024 sering menyebabkan banjir, kerusakan lahan dan penurunan produktivitas pertanian, sehingga memicu kelangkaan komoditas pangan seperti beras, sayuran, dan cabai yang mendorong inflasi pangan. Di sektor perikanan, cuaca buruk dan gelombang tinggi mengurangi aktivitas nelayan, menurunkan hasil tangkapan, dan menaikkan harga ikan serta produk perikanan lainnya,” jelasnya.

Sedangkan di sektor pariwisata, cuaca ekstrem seperti banjir dan kondisi yang tidak menentu, mengurangi jumlah kunjungan wisatawan. La Nina juga berisiko menyebabkan gangguan pada infrastruktur dan logistik karena banjir menyebabkan kerusakan jalan dan jembatan yang berdampak pada distribusi barang.

Dari sisi investasi, BI menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi yang amat besar tercermin dari keanekaragaman komoditas unggulannya yang dapat menarik investor utamanya dari sisi pertambangan, pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *