Bisnis

Permintaan 10 Ton Sehari, Kota Bogor Siap Jadi Sentra Pisang Jumbo Merah

×

Permintaan 10 Ton Sehari, Kota Bogor Siap Jadi Sentra Pisang Jumbo Merah

Sebarkan artikel ini
Pisang Barangan Jumbo Merah
Dedie A. Rachim memotong tandan pisang Barangan Jumbo Merah sebagai tanda panen perdana di Kota Bogor. (KIS/ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kesuburan tanah Kota Bogor kembali membuktikan potensinya. Pisang Barangan Jumbo Merah yang umumnya membutuhkan waktu 12 bulan untuk dipanen, kali ini hanya sembilan bulan sudah bisa dipetik dengan hasil melimpah. Fenomena tersebut terungkap dalam panen perdana yang dilakukan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama PT Mandiri Banana Indonesia (MBI) di Demplot Taman Tanah Sareal, Jalan Soleh Iskandar.

Dedie menuturkan, kualitas tanah di Kota Bogor yang subur tidak hanya menghasilkan panen berlimpah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kondisi ini, menurutnya, menjadi peluang besar untuk mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Artinya ada kesempatan bagi yang memiliki lahan yang belum terkelola untuk bisa berkebun, karena tanah di Kota Bogor ini sangat subur,” ujar Dedie, Kamis 28 Agustus 2025.

Lebih jauh, Dedie mengapresiasi teknik tumpang sari yang diterapkan PT MBI. Selain menanam pisang sebagai tanaman utama, lahan juga dimanfaatkan untuk menanam kacang edamame, bayam, kacang tanah, jagung, dan berbagai jenis sayuran. Cara ini diyakini dapat menambah nilai ekonomi sekaligus mengoptimalkan lahan.

Baca Juga  Bidik Prestasi Porprov 2026, Bogor Gelar Kejuaraan Panahan Terbuka Perdana

“Kita dukung keberadaan PT MBI ini dengan memperkuat kolaborasi dan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, serta perguruan tinggi,” katanya.

Dedie berharap, panen perdana ini menjadi awal dari keberlanjutan program optimalisasi lahan tidur di Kota Bogor. Menurutnya, potensi lahan pertanian perkotaan perlu digali lebih maksimal agar dapat memberikan manfaat bagi ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan warga.

Sementara itu, Direktur Utama PT MBI, Fachri Yulizar, mengungkapkan bahwa pisang Barangan Jumbo Merah yang ditanam berasal dari Sumatera. Namun, ketika dikembangkan di wilayah Jabodetabek-Banten, tanaman ini mampu tumbuh lebih cepat dengan kualitas yang tetap terjaga.

Baca Juga  LRT Sumsel Hadirkan Metode Pembayaran Non Tunai QRIS di Seluruh Stasiun

“Total lahan di Jawa Barat, DKI, dan Banten ada 150 hektare. Di Tanah Sareal ini, panen perdana dengan total hari ini kita panen 100 tandan,” ungkap Fachri.

Menurut Fachri, permintaan pasar terhadap pisang Barangan Jumbo Merah cukup tinggi, yakni mencapai 10 ton per hari. Namun saat ini PT MBI baru bisa memenuhi 10 ton dalam satu minggu. Artinya, masih ada potensi pasar sekitar 60 ton yang belum tergarap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *