KITAINDONESIASATU.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Banten serius awasi perkembangan Bank Banten. Hal ini di karenakan pertumbuhan keuangan Bank Banten terus mengalami penurunan dari triwulan pertama hingga triwulan tiga tahun 2024
Kepala OJK Jabodebek dan Banten Roberto Akyuwen mengatakan, di lihat dari Loan to Deposit Ratio (LDR) atau rasio kredit yang di berikan kepada pihak ketiga, seperti UMKM dan lainnya terus mengalami penurunan.
Hal itupun di nilai menjadi sinyal yang kurang baik sebagai bank pembangunan daerah, yang seharusnya menunjukkan pembiayaan atau kredit positif. “Melihat dari grafis, kredit pembiayaan dari triwulan satu, dua, dan tiga Bank-Banten itu terus turun. Itu bukan sinyal yang bagus, makanya perlu ada pengawasan,” kata Roberto pada pemaparan kegiatan Economic Outlook 2024 & Proyeksi 2025, di Kota Serang, Jumat (18/10/2024).
Baca juga: Kurs Rupiah Dibuka Melemah Terhadap Dolar AS Hari Ini Kamis 17 Oktober 2024, Ini Pemicunya
Kendati secara umum perkembangannya telah menunjukan kinerja yang cukup baik atau positif, kata Roberto, perlu adanya pengawasan secara menyeluruh untuk pertumbuhan Bank Banten. “Memang, kinerjanya secara umum Bank Banten saat ini sudah membaik, tapi pertumbuhannya cenderung turun,” ujarnya.
Pada bagian lain, Roberto mengungkapkan, OJK sedang membangun gedung yang akan di gunakan sebagai Kantor OJK Jabodebek dan Banten. Yang rencananya akan di resmikan pada Desember mendatang. Dengan adanya kantor baru di Banten, di harapkan dapat melakukan pengawasan secara fokus. Khususnya mendorong perkembangan dan pertumbuhan Bank-Banten lebih baik dan positif ke depannya.” Salah satu alasan kantor OJK harus ada di Banten, karena kondisi Bank Banten yang membaik. Tapi perlu pengawasan agar tumbuh cepat dan berkembang,” tuturnya.
Termasuk tumbuhnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Banten yang saat ini jumlahnya cukup banyak, sekitar 60 lembaga. “Itu juga menjadi alasan kenapa (OJK) harus membanghun kantor di Banten. Karena saat ini di Banten memiliki 60 BPR yang harus di awasi,” ungkap Roberto. ***



Respon (1)