KITAINDONESIASATU.COM – Memperkuat sektor pariwisata di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menyelenggarakan acara ‘Ngobrol Penuh Inspirasi Bersama Industri Pariwisata’ (Ngopi Barista) yang berlangsung di Van Hoeis, Jalan Siliwangi, Kota Bogor, Jawa Barat. Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan serta potensi pariwisata di Kota Bogor, yang dikenal sebagai Kota Hujan.
Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ini merupakan “sebuah kesempatan sangat berharga bagi kita untuk saling bertukar ide, berbagi pengalaman, serta menggali potensi yang ada dalam dunia pariwisata.” Ia menegaskan bahwa pariwisata memiliki peran penting dalam perekonomian Kota Bogor, bukan hanya dalam menarik kunjungan wisatawan tetapi juga dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan.
“Kita memiliki kekayaan sumber daya wisata alam, mulai dari situ, danau, hutan kota, hingga cagar alam. Termasuk seni, budaya, dan ekonomi kreatif,” ungkap Hery, Sabtu, 14 Desember 2024, menyoroti potensi besar yang dimiliki Kota Bogor di sektor ini.
Pada tahun 2023, sektor pariwisata menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar ketiga di Kota Bogor setelah PBB dan BPHTB, dengan penerimaan pajak mencapai Rp 328 juta dari total PAD sebesar Rp 897 juta. Hery mencatat bahwa setiap tahun kontribusi sektor ini terus meningkat dan melampaui target yang ditetapkan.
Selain itu, Hery menyebutkan bahwa sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, mencapai 7,44 persen pada tahun 2021, dan menyerap 17 juta tenaga kerja.
Hingga tahun 2024, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor telah mengidentifikasi 418 pelaku ekonomi kreatif, jumlah yang terus meningkat dan menjadi penunjang utama keberlanjutan pariwisata daerah.
Namun, Hery juga mengakui adanya tantangan, terutama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Banyak pelaku di sektor ini yang belum memiliki sertifikasi kompetensi, dan kesadaran serta budaya wisata di masyarakat sekitar destinasi masih perlu ditingkatkan.
“Pengentasan permasalahan sektor pariwisata ini tidak hanya bertumpu pada peran pemerintah semata. Kolaborasi dengan akademisi, dunia usaha, dunia industri, komunitas, dan media sangat penting,” ungkapnya, menekankan pentingnya kerjasama dalam mengatasi tantangan tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber penting, yaitu Ketua PHRI Kota Bogor, Kasatpol PP Kota Bogor, dan DPMPTSP Kota Bogor, yang turut memberikan pandangan serta masukan dalam upaya memaksimalkan potensi pariwisata di Kota Bogor. (Nicko/Yo)


