Selain itu jika dibandingkan secara bulanan (month to month), surplus yang diperoleh pada periode tersebut turun sebesar 2,13 miliar dolar AS, sementara secara tahunan (year on year) turut mengalami penurunan 1,05 miliar dolar AS.
Sementara jika ditarik dalam periode satu tahun, keuntungan dagang Indonesia pada tahun 2024, mencapai 31,04 miliar dolar AS, terdiri dari ekspor sebesar 264,7 miliar dolar AS, dan impor 233,66 miliar dolar AS.
Pada tahun 2020 yang merupakan tahun dimulainya surplus konsisten Indonesia, keuntungan dagang yang didapat negara sebesar 21,62 miliar dolar AS, tahun 2021 sebesar 35,42 miliar dolar AS, tahun 2022 54,24 miliar dolar AS, serta 2023 sebesar 36,89 miliar dolar AS.
BPS mencatat negara yang memberikan surplus dagang terbesar ke Indonesia pada 2024, yakni Amerika Serikat, India, dan Filipina, yang didominasi oleh ekspor mesin dan peralatan, minyak dan gas, tekstil, alas kaki, besi baja, serta olahan makanan dan minuman.***


