KITAINDONESIASATU.COM-Minyak goreng Minyakita sudah tiga bulan ini sulit didapat, akibatnya para pedagang di Pasar Baros, Kabupaten Serang, kelimpungan untuk mendapakan minyak goreng yang notabene disubsidi pemerintah itu. Bahkan konsumen sering ngedumel dikira ditimbun oleh pedagang.
Pantauan di lokasi, di beberapa kios terlihat masih ada yang menjual Minyakita, namun ketersediaan barang di kios hanya sedikit.
Encep, pedagang sembako di Pasar Baros, mengaku sekarang tambah sulit mencarai Minyakita di pasaran. “Susah barangnya, ini sudah terjadi sekitar tiga bulanan lah. Agen kalau ditanya barang lagi kosong,” ungkap, Jumat (21/2/202).
Dampak dari sulitnya mencari stok, harga Minyakita di Pasar Baros meroket, yang semula hanya Rp 15.700, kini menjadi sebesar Rp 18.000 per liternya. “Enggak tahu nih, kenapa barangnya gak ada di pasaran. Pokoknya susah cari barangnya, kalaupaun ada harganya naik jadi Rp 18.000 per liter,” tegas Encep dengan nada kesal.
Biasanya ada sales yang menawarkan langsung produk Minyakita ke pedagang di sini. Tapi sekarang nggak ada sama sekali, bahkan pedagang nyari harus berkeliling hingga ke Pasar Induk Rau untuk membeli Minyakita. “Sekarang kalau mau nyari Minyakita harus keliling dari pasar ke pasar,” kata Encep.
Sementara itu, Yunus pedagang sembako lainnya mengatakan hal yang sama. “Susah, jangan ngarep ada Minyakita di pasar dengan harga murah. Ya pedagang dan konsumen berharap kepada pemerintah saat memasuki bulan Ramadan nanti, stok Minyakita bisa normal karena biasanya ada banyak masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sedangkan Saipul, pedagang lainnya mengaku sejak dua pekan terakhir, harga gula dan minyak mulai naik. Minyakita yang biasanya dibeli Rp 185.000, sekarang naik jadi 205.000 per dus. “Otomatis harga jualnya juga naik, yang tadinya Rp 15.000 per liter sekarang Rp 18.000 per liternya,” katanya sambil menambahkan barangnya susah dicari.
Sementara itu, gula pasir harganya juga mengalami kenaikan. Saat ini per karung harganya Rp 880.000 dari sebelumnya hanya Rp 800.000 per karung. “Ya jual ke konsumen Rp 18.000 per kilogram,” ujar Saipul.


