BisnisKeuangan

Milenial dan Gen Z Dominasi Investor di Indonesia Sebagian Besar Kuasai Jakarta

×

Milenial dan Gen Z Dominasi Investor di Indonesia Sebagian Besar Kuasai Jakarta

Sebarkan artikel ini

KITAINDONESIASATU.COM – Perkembangan teknologi membuat semua orang harus ikut menyesuaikan diri dalam mengikuti tren yang ada. Hal ini juga terlihat dari generasi Milenial dan Gen Z yang ternyata terjun untuk menjadi investor dalam pasar modal di Indonesia.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga 9 Agustus 2024 kemarin, pertumbuhan jumlah investor pasar modal individu di Indonesia mencapai 1,28 juta. Total investor individu tercatat mencapai 13,45 juta dan sebagian dari angka itu disumbang oleh generasi Milenial dan Gen Z.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, pasar modal Indonesia masih didominasi oleh investor yang berusia di bawah 40 tahun atau generasi milenial dan Gen Z. “Demografi investor individu per Juni 2024, memang yang mendominasi itu adalah 40 ke bawah.” katanya, yang dikutip Rabu (14/8).

Baca Juga  Pasar Saham Ngegas, IHSG Sentuh 8.351 di Pembukaan Perdagangan

Menurut Inarno, berdasarkan data OJK, investor pasar modal berusia kurang dari 30 tahun mencapai 55,38 persen, sementara 24,09 persen merupakan kalangan investor berusia 31-40 tahun. Dengan demikian, total investor pasar modal yang berusia di bawah 40 tahun mencapai 79,47 persen dari total keseluruhan. “Artinya sekitar 79 persen itu sudah didominasi 40 tahun ke bawah,” ujarnya.

Inarno menambahkan, Pulau Jawa tercatat masih menjadi pusat berkumpulnya investor pasar modal Indonesia. Meski begitu, terpantau pergeseran ke luar mengiringi kenaikan investor di sejumlah provinsi. “Secara absolut itu tentunya tetap tinggi atau tetap berkembang (di Jawa). Tetapi secara persentase sudah mulai ke Sumatera, dan daerah-daerah lain.” imbuhnya.

Baca Juga  Bagi Kopi Buka Loker Part Time 2 Posisi Lulusan SMA dan SMK di Metro Bandung

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga 9 Agustus 2024, jumlah investor di Pulau Jawa mencapai 67,49 persen, disusul Sumatera 16,50 persen, Sulawesi 5,48 persen, dan Kalimantan 5,41 persen. Wilayah Bali, NTB, NTT mencapai 3,80 persen, disusul Maluku-Papua 1,32 persen. (Ifn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *