Misalnya, penggunaan benih padi yang tahan terhadap air asin atau kondisi rawa, disesuaikan dengan tantangan lingkungan setempat untuk memastikan hasil yang optimal.
“Kita pendekatannya sesuai permintaan alam. Pakai bibit bagus yang menyesuaikan dengan lahan. Misal, padi biosalin yang tahan pada kondisi air asin, tahan kondisi rawa,” ujarnya.
Selain aspek teknologi, Mentan juga menekankan peran sumber daya manusia, terutama generasi milenial, dalam mewujudkan swasembada pangan.
Amran melihat bonus demografi sebagai potensi besar bagi pertanian Indonesia, jika sektor ini dikelola dengan menguntungkan.
“Generasi milenial yang harus ambil peran di sektor pertanian. Cara membuat mereka terlibat di pertanian yaitu buat sektor pertanian menguntungkan. Kalau dia untung, dia produksi,” ujarnya.***



Respon (1)