Bisnis

Menkeu Targetkan Integrasi AI di Sistem Monitoring Bea Cukai dalam Setahun

×

Menkeu Targetkan Integrasi AI di Sistem Monitoring Bea Cukai dalam Setahun

Sebarkan artikel ini
Menkeu Targetkan Integrasi AI di Sistem Monitoring Bea Cukai dalam Setahun
Menkeu Targetkan Integrasi AI di Sistem Monitoring Bea Cukai dalam Setahun

KITAINDONESIASATU.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerapan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat terintegrasi penuh ke dalam sistem pemantauan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam kurun waktu satu tahun. Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam siaran Breaking News Kompas TV, Rabu (22/10/2025).

“Kalau sampai AI bisa mulai menganalisa, 3 bulan ke depan sudah. Tapi kalau sampai sistemnya betul-betul terintegrasi di situ saya bisa lihat kapal di pelabuhan langsung, sepertinya perlu panjang lagi, saya targetkan setahun sudah lengkap semua,” kata Purbaya.

Ia meyakini bahwa setelah implementasi AI, kinerja penerimaan Bea dan Cukai bagi negara akan meningkat dan menjadi lebih efisien dalam waktu beberapa bulan ke depan.

“Yang jelas dalam beberapa bulan ke depan harusnya penerimaan Bea Cukai akan lebih efisien dibanding sekarang,” ucap Purbaya.

Purbaya juga membahas penanganan impor pakaian bekas (balpres). Menurutnya, praktik penindakan saat ini masih kurang menguntungkan negara karena barang ilegal umumnya dimusnahkan dan pelakunya dipenjara tanpa dikenai denda, sehingga negara justru menanggung biaya pemusnahan dan pemeliharaan tahanan.

Baca Juga  Lebaran Super Hemat! Naik MRT Jakarta Hanya Rp1 Selama 2 Hari

“Saya baru tahu istilah balpres itu, impor barang-barang baju bekas seperti apa penanganannya, rupanya selama ini hanya bisa dimusnahkan dan yang impor masuk penjara, saya nggak dapet duit, nggak didenda, ya saya rugi cuman ngeluarin ongkos untuk memusnahkan barang itu tambah ngasih makan orang-orang di penjara itu,” kata Purbaya.

Karena itu, Purbaya menilai perlu ada perubahan kebijakan, termasuk pemberian sanksi denda bagi pelaku impor ilegal. Ia juga mengungkap rencana untuk memasukkan pelaku impor balpres ke dalam daftar hitam agar tidak lagi bisa melakukan impor.

Baca Juga  Presiden Prabowo Akan Anugerahkan Tanda Kehormatan Ini kepada Bill Gates atas Jasa Kemanusiaan

“Jadi kelihatannya harus kita ubah, di mana kita harus bisa denda orang itu juga.”

“Kita sudah tahu pemain-pemainnya siapa saja, saya lupa tadi, kalau ada yang pernah balpres akan saya black list nggak boleh impor barang lagi,” kata Purbaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *