Bisnis

Martapura, Kota Intan yang Mempesona

×

Martapura, Kota Intan yang Mempesona

Sebarkan artikel ini
intan martapura
Intan Martapura (Anang)

Keberadaan Martapura mencerminkan kejayaan masa lalu Kerajaan Banjar. Menurut Sunarningsih dari Balai Arkeologi Banjarmasin, dalam jurnal Naditira Widya tahun 2007, puncak kejayaan kerajaan terjadi saat Martapura menjadi ibu kota.

Nama-nama tempat seperti Pasayangan, yang kini menjadi sebuah kelurahan, masih mengingatkan kita pada masa kejayaan tersebut. Pasayangan dulunya merupakan pusat perhiasan emas dan permata yang disayangi oleh pihak kerajaan.

Saat ini, di daerah Pasayangan masih banyak pengrajin perhiasan dan penggosok intan. Beberapa rumah batu milik saudagar kaya pada zaman dahulu masih berdiri kokoh dan menjadi objek wisata yang menarik.

Setelah Belanda menghapuskan penguasaan tambang oleh raja, pertambangan rakyat tumbuh subur. Teknik mendulang intan masih menjadi cara utama masyarakat setempat untuk mencari penghasilan.

Penemuan intan besar, meskipun jarang, terus menjadi harapan bagi para penambang rakyat. Salah satu penemuan terbesar terjadi pada tahun 1965, ketika intan seberat 166,7 karat yang dikenal sebagai Intan Trisakti ditemukan.

Saat ini, sebagian besar hasil tambang intan terpajang di Pasar Intan Martapura, yang terintegrasi dengan Pasar “Batuah” Martapura, Pusat Pertokoan Sekumpul, dan Pasar Cahaya Bumi Selamat (CBS). Namun, Pasar CBS-lah yang paling ramai dikunjungi wisatawan yang ingin berburu batu permata.

Pasar CBS menempati lahan bekas alun-alun kota, yang telah lama menjadi ruang publik bagi masyarakat Martapura. Di tengah-tengahnya berdiri sebuah monumen besar dengan pilar menjulang yang dihiasi kaligrafi, mencerminkan ciri religius masyarakat Banjar. Martapura juga dikenal sebagai “Kota Santri” dan dianggap sebagai “serambi Mekkah” di Kalimantan.

Meskipun CBS bukanlah pasar yang mewah, tempat ini tetap menjadi destinasi belanja favorit wisatawan. Pasar ini memiliki dua lantai, dengan lantai pertama menjual batu permata dan cinderamata, sedangkan lantai dua digunakan untuk workshop perhiasan. Anda dapat membeli berbagai jenis perhiasan seperti gelang, kalung, cincin, dan bros dengan harga yang bervariasi tergantung pada jenis dan keunikan batunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *