Beberapa hal yang terus dipetakan untuk menambah keberadaan dapur MBG, yakni proses pengelolaan, memasak, pendistribusian ke sekolah, sampai dengan kembalinya alat makan.
“Ini prosesnya yang harus didetailkan karena memang program baru dan insyaallah semakin sempurna,” ujar Ferry.
Ekonomi Daerah
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari mengatakan pihaknya didorong melakukan pengelolaan program MBG melalui koperasi sehingga perekonomian masyarakat di daerah bisa ikut terdampak.
“Koperasi bisa mengelola satu ekosistem utuh, koperasi tidak hanya sebagai badan hukum tetapi badan usaha dengan skala keekonomian,” ucapnya.
Pihaknya akan membuat skema operasional 1.332 koperasi dalam rangka mengoptimalkan suplai bahan baku untuk program MBG
“Diharapkan tidak hanya satu koperasi yang dapat manfaat tetapi ada beberapa,” katanya.***


